Menu Tutup

Pantone dalam Industri Percetakan – Standar Teknis, Kode Referensi, dan Kontrol Produksi (Part 2)

Pada Part 1, sudah dijelaskan apa itu Pantone Colour dan penggunaannya secara umum. Pada part 2 ini, akan kita bahas penggunaannya pada industri percetakan.

Dalam industri percetakan, warna bukan elemen dekoratif. Warna adalah parameter teknis yang menentukan konsistensi brand, kualitas produksi, dan kredibilitas perusahaan.

Pantone Colour berfungsi sebagai standar referensi global yang menjembatani desain dan realisasi produksi. Tanpa standar ini, komunikasi warna antar divisi dan antar perusahaan akan bersifat subjektif dan berisiko tinggi.

Seperti penggunaan Warna Daun, setiap orang memiliki persepsi sendiri bagaimana warna daun. Karena Warna Daun dari pohon yang sama saja memiliki warna berbeda antara warna daun muda, daun tua bahkan daun yang kering. Disinilah penggunaan Pantone Colour berperan.

1. Pantone Colour sebagai Standar Komunikasi Produksi

Rantai produksi percetakan melibatkan banyak pihak:

  • Graphic Designer

  • Prepress

  • Ink Manufacturer

  • Operator Mesin

  • Quality Control

  • Brand Owner

Ketika sebuah artwork menyebut “Pantone 186 C”, itu bukan sekadar angka. Itu adalah spesifikasi teknis yang memiliki referensi fisik, formula tinta, dan standar visual yang terdefinisi.

Tanpa referensi Pantone yang sama, setiap pihak berpotensi memiliki interpretasi warna yang berbeda. Dalam skala produksi massal, perbedaan kecil sekalipun dapat berujung pada penolakan batch dan kerugian finansial.

2. Kode Kartu Warna yang Wajib Dipahami

Kesalahan paling umum dalam industri bukan pada pencetakan, melainkan pada penggunaan referensi yang tidak tepat.

Pantone Solid Coated (C)
Digunakan untuk kertas berlapis (coated paper).
Contoh: Pantone 186 C

Pantone Solid Uncoated (U)
Digunakan untuk kertas tanpa lapisan (uncoated paper).
Contoh: Pantone 186 U

Pantone Solid Matte (M)
Digunakan untuk substrat dengan karakter finishing matte.

Perbedaan antara C, U, dan M bukan kosmetik. Struktur permukaan kertas memengaruhi daya serap tinta dan pantulan cahaya, sehingga menghasilkan tampilan warna yang berbeda meskipun nomor warnanya sama.

Selain kode huruf pada warna, terdapat pula kode produk resmi buku Pantone, salah satunya:

GP1601B

GP1601B adalah kode produk untuk Pantone Formula Guide Set yang terdiri dari:

  • Pantone Solid Coated

  • Pantone Solid Uncoated

Penjelasan kode:

  • “GP” = Guide Package

  • “1601” = kode seri produk

  • “B” = revisi atau edisi versi tertentu

Jika spesifikasi produksi mencantumkan penggunaan GP1601B, maka referensi warna harus mengacu pada buku resmi dari seri tersebut.

Menggunakan edisi lama atau seri berbeda berpotensi menyebabkan perbedaan visual karena:

  • Reformulasi tinta

  • Penambahan warna baru

  • Penyesuaian standar pigmen

  • Pembaruan proses pencetakan swatch

Dalam industri yang menuntut presisi, perbedaan antar edisi tidak dapat diabaikan.

3. Umur Pakai Buku Pantone: Faktor yang Sering Diremehkan

Buku Pantone adalah alat ukur visual. Dan seperti alat ukur lainnya, ia memiliki umur pakai.

Faktor yang mempercepat degradasi:

  • Paparan cahaya terus-menerus

  • Kelembapan ruangan

  • Suhu tidak stabil

  • Frekuensi buka-tutup tinggi

  • Sentuhan tangan berulang

Semakin banyak orang memegang buku Pantone, semakin cepat terjadi perubahan fisik:

  • Kertas kehilangan kekakuan awal

  • Permukaan menjadi lebih mengilap akibat gesekan

  • Warna memudar atau sedikit berubah tone

  • Kontaminasi minyak tangan memengaruhi tampilan warna

Perubahan ini sering terjadi secara gradual dan tidak disadari.

Dalam praktik industri profesional, buku Pantone sebaiknya diganti setiap 12–18 bulan, tergantung intensitas penggunaan dan kondisi penyimpanan.

Menggunakan buku yang telah aus dapat menyebabkan approval warna yang keliru sehingga dapat memicu konflik saat proses color matching.

4.  Spot Color vs CMYK: Keputusan Produksi

Pantone dalam percetakan umumnya di gunakan sebagai spot color.

Spot Color

  • Menggunakan tinta campuran sesuai formula resmi Pantone

  • Memberikan akurasi dan konsistensi tinggi

  • Di rekomendasikan untuk warna brand yang kritikal

CMYK Process

  • Menggunakan kombinasi Cyan, Magenta, Yellow, Black

  • Lebih ekonomis untuk produksi full color

  • Tidak mampu mereproduksi seluruh gamut Pantone secara presisi

Brand dengan standar visual ketat hampir selalu menetapkan warna utama dalam format Pantone Spot, bukan hanya CMYK.

5. Implementasi Pantone Colour dalam Berbagai Metode Cetak

Setiap metode cetak memiliki karakter teknis yang berbeda.

Offset
Relatif stabil, namun tetap di pengaruhi keseimbangan antara air-tinta dan kondisi mesin.

Flexography
Dipengaruhi oleh anilox, viskositas tinta, tekanan plate, dan kondisi substrate.

Rotogravure
Sangat bergantung pada cell depth silinder dan kontrol densitas tinta.

Digital Printing
Mengandalkan simulasi warna berbasis ICC profile dan memiliki keterbatasan gamut.

Pantone adalah target referensi. Namun pencapaiannya bergantung pada kontrol proses produksi yang disiplin dan terukur.

6. Evaluasi Objektif: Color Management

Dalam percetakan modern, evaluasi warna tidak dapat mengandalkan persepsi visual semata.

Juga di butuhkan penggunaan alat misalkan:

  • Spectrophotometer

  • Densitometer

  • Sistem manajemen warna berbasis ICC

Penggunaan parameter seperti Delta E (ΔE) untuk mengukur deviasi warna terhadap standar Pantone secara kuantitatif.

Pendekatan berbasis data ini mengurangi subjektivitas dan meningkatkan konsistensi antar batch produksi.


Dalam industri percetakan, Pantone bukan sekadar referensi desain. Ia adalah standar teknis dan instrumen kontrol kualitas.

Namun efektivitasnya bergantung pada:

  • Pemilihan seri kartu warna yang tepat (C, U, M)

  • Penggunaan buku resmi sesuai kode produk (misalnya GP1601B)

  • Penggantian buku secara berkala

  • Sinkronisasi referensi antar divisi

  • Evaluasi warna berbasis alat ukur

Tanpa disiplin tersebut, Pantone hanya menjadi angka di artwork, bukan standar produksi yang dapat di pertanggungjawabkan.

Related Posts