Pantone: Industri Apa Saja yang Bergantung Padanya dan Kenapa Harus Selalu Diperbarui?

Dalam dunia industri modern, warna bukan sekadar elemen estetika. Warna adalah identitas, konsistensi merek, alat komunikasi visual, dan bahkan faktor penentu keputusan pembelian. Di balik konsistensi warna lintas negara dan lintas material, terdapat satu sistem yang menjadi standar global: Pantone Colour.
Namun, Pantone bukan hanya sekadar katalog warna. Ia adalah sistem referensi universal yang digunakan oleh berbagai industri untuk memastikan bahwa warna yang dimaksud oleh desainer, diproduksi secara akurat oleh pabrik, dan diterima sesuai ekspektasi oleh brand owner.
Lalu, industri apa saja yang bergantung pada Pantone Colour? Dan mengapa sistem ini harus terus diperbarui?
Industri yang Bergantung pada Pantone Colour
1. Industri Percetakan dan Packaging
Industri ini merupakan pengguna utama sistem Pantone. Dalam proses cetak offset, flexography, rotogravure, hingga digital printing, Pantone digunakan sebagai standar komunikasi warna antara desainer, prepress, pembuat tinta, dan operator mesin.
Dalam dunia packaging, perbedaan warna yang sangat kecil saja dapat dianggap sebagai kegagalan produksi. Konsistensi warna menjadi krusial karena menyangkut identitas brand dan persepsi pasar.
2. Industri Fashion dan Textile
Pantone memiliki sistem khusus untuk textile (TCX/TPG). Produsen kain, apparel, dan footwear menggunakan referensi ini untuk memastikan warna tetap konsisten di berbagai pabrik dan negara. Bahkan tren warna global sering kali di pengaruhi oleh publikasi resmi Pantone setiap tahunnya.
3. Industri Plastik dan Injection Molding
Dalam pembuatan produk plastik seperti kemasan kosmetik, tutup botol, dan komponen rumah tangga, Pantone sering di jadikan titik awal formulasi warna masterbatch.
Walaupun hasil akhir pada plastik tidak identik dengan tampilan di atas kertas, Pantone tetap menjadi bahasa referensi yang menyatukan ekspektasi antara brand dan produsen.
4. Industri Cat dan Coating
Sektor otomotif, interior, furniture, hingga arsitektur sering menerima permintaan warna berdasarkan kode Pantone. Kode tersebut menjadi referensi awal dalam proses formulasi pigmen sebelum di lakukan penyesuaian teknis sesuai material aplikasi.
5. Branding dan Corporate Identity
Dalam pedoman identitas visual (brand guideline), hampir selalu tercantum kode Pantone sebagai standar utama, selain versi CMYK, RGB, dan HEX. Hal ini memastikan bahwa warna logo dan elemen visual tetap konsisten di media cetak maupun digital.
Mengapa Pantone Harus Selalu Diperbarui?
Sebagian orang beranggapan bahwa warna bersifat tetap dan tidak berubah. Namun dalam praktik industri, banyak faktor teknis dan regulasi yang membuat sistem warna harus terus berevolusi.
1. Perkembangan Teknologi Printing
Teknologi cetak terus berkembang, mulai dari tinta UV, LED curing, hingga digital press berbasis inkjet dan toner. Setiap teknologi memiliki karakteristik reproduksi warna yang berbeda. Pantone perlu menyesuaikan formulasi dan sistem referensinya agar tetap relevan dengan perkembangan ini.
2. Perubahan Substrat dan Material
Dunia industri semakin banyak menggunakan material baru seperti kertas daur ulang, film fleksibel, bioplastik, dan permukaan bertekstur. Warna yang sama dapat terlihat berbeda ketika di aplikasikan pada material yang berbeda. Pembaruan sistem membantu menjaga konsistensi visual di tengah variasi substrat yang semakin luas.
3. Regulasi dan Evolusi Pigmen
Beberapa pigmen lama tidak lagi di perbolehkan karena regulasi lingkungan atau standar keamanan (misalnya untuk kemasan food contact). Pantone Colour harus melakukan reformulasi warna agar tetap memenuhi standar internasional tanpa mengubah karakter visualnya secara signifikan.
4. Integrasi Digital dan Color Management
Industri modern menggunakan workflow berbasis ICC profile, spectrophotometer, dan sistem manajemen warna digital. Pembaruan sistem Pantone memungkinkan integrasi yang lebih akurat antara dunia desain digital dan hasil produksi fisik.
5. Dinamika Tren Global
Tren warna dalam fashion, interior, dan branding selalu berubah mengikuti preferensi pasar. Penambahan warna baru dalam sistem Pantone mencerminkan dinamika tersebut dan memberi ruang bagi kreativitas industri.
Pantone Colour bukan sekadar kumpulan swatch warna. Ia adalah standar komunikasi global yang menghubungkan desainer, pabrik tinta, converter, produsen material, hingga brand owner dalam satu bahasa yang sama.
Tanpa sistem yang di perbarui secara berkala, industri berisiko menghadapi inkonsistensi produksi, potensi klaim dari pemilik merek, hingga kerugian finansial akibat penolakan produk.
Pada bagian berikutnya, pembahasan akan masuk lebih dalam mengenai bagaimana Pantone bekerja secara teknis dan bagaimana penerapannya dalam proses produksi industri.